Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

17 Mei 2009

Kisah Anak Kampung


Rata PenuhKisah Anak Kampung

Hari yang cerah, sinar matahari yang tepat berada pada ketinggian maksimal, seakan membakar seisi bumi, dengan gontai seorang anak Kampung melangkah menembus teriknya sinar matahari siang itu untuk pulang kerumahnya, maklum rumahnya yang dituju berada agak jauh dari kampung atau lebih tepatnya dibilang (Rumah kebun) dengan sesekali tersembul senyum tipis dibibirnya, seakan-akan dia sedang memikirkan sesuatu yang indah dan tidak menghiraukan sinar matahari yang begitu menyengat kulit tubuhnya. Matahari baru menapaki puncaknya, tepat pukul 12.00 sehingga membuat bayangan dari segala makhluk hidup maupun mati yang ada di bumi seakan tidak ada. Nampak seorang lelaki tua, usianya sekitar 40-an berjalan sambil terbatuk-batuk menghampiri si anak kampung itu. Dilihat dari aura wajahnya yang agak lusuh dibasahi peluh yang berceceran bisa dipikirkan kalau orang tua ini telah berjalan menempuh jarak yang jauh. Dengan melangkah perlahan ia mendekati si anak kampung yang sedang beristirahat sebentar dibawah pohon durian yang rindang daunnya. Tanpa basi-basi sang orang tua itu duduk disamping anak kampung tadi, secara spontan anak kampung itu langsung menyapa sang bapak; Weingweinghengga gpohi…(selamat siang; Bhs; Iha Fakfak) dan di jawab dengan tenang oleh sang bapak, gpohi.. kadin…(baik anak) dengan secara tidak sengaja mereka saling menyapa inilah membuat mereka berdua terlibat dalam suatu percakapan pendek disana:
"Bapak tua" : Kadin ko tobonted nanggak
"Anak Kampung" : Skola naggak, youmbeuh gehibiyen nia…
"Bapak tua" : Mbe ko Toubo wahangge detnan?
"Anak Kampung" : Wiri, Hiriyet wiria geheibiyen…
"Bapak tua" : Mombe kadin koma nei ndondiya…?
"Anak Kampung" : Erick, nia….
Bapak tua" : Oweih…, injo, moda ohin ndatmo kampung weheinten modo… kadin…
"Anak Kampung" : Injo Koutmbuni, moda hahan riya weih….
”Bapak tua" : Injo… kadin

Begitulah sepenggal percakapan pendek yang terjadi disana, selang beberapa menit kemudian si anak kampung pun merasa telah cukup untuk istirahatnya dan dia harus melanjutkan perjalanannya, sebab perjalanan yang harus ia tempuh masih jauh, sebelum dia melangkahkan kakinya kembali dia merasa perutnya mulai keroncongan (lapar), sehingga iapun mulai berdiri dan bergegas untuk melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke rumahnya, namun kali ini ia mempercepat langkahnya karena rasa yang ia rasakan semakin menjadi alias parah. Setibanya dirumah ia langsung meletakan buku, membuka pakaian seragamnya dan meletakan semua perlengkapan sekolahnya ditempat yang biasanya dia letakan, dan ia pun melangkah ke arah dapur (maklum rumah dikampung) tidak ada ruang makan dan juga meja makan, ternyata disana dia sudah ditunggu oleh seluruh anggota keluarganya, ayah, ibu dan saudara/i nya; seperti biasanya tamu masuk kerumah harus memberikan salam kepada orang yangberada dalam rumah, "Weingweinghengga gpohi…" Katanya, Gpohi… (disambut balas oleh orang rumah) eih… howoutridebe wei…. Youn mehein…, (kata ibunya) seraya memberikan tempat disamping ayahnya. Mbe koreit neweitob ge.. berdoa dorei.. mbe… dan doa makan hari itu dipimpin oleh ayahnya sebagai seorang kepala keluarga.
Setelah selesai dari makan siang mereka yang disediakan oleh orang tuanya, walaupun hanya sederhana dengan ala kadarnya, ia sangat gembira, karena perutnya yang tadi terasa keroncongan telah terisi. Setelah makan, seperti biasanya ia bersama ayahnya duduk-duduk sambil bercakap-cakap tentang pelajaran yang dia dapat dari gurunya disekolah, tentang pelajaran IPS dan bahasa Indonesia. Namun Ia lebih banyak mencoba untuk banyak bertanya tentang dunia pendidikan diluar pulaunya kepada ayahnya yang nota bene juga adalah seorang guru disekolah yang ia belajar. Walaupun ayahnya juga belum mengetahui secara detail tentang dunia pendidikan di luar pulaunya, namun berbekal banyak baca buku dan mendengar siaran radio tentang pendidikan yang disiarkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) secara langsung dari frekuensi yang ada. Dengan berbekal inilah ayahnya mencoba untuk menerangkan secara gamblang kepada anaknya.
Dari sanalah timbul keinginan si anak kampung ini untuk bagaimana kalau suatu waktu dia pun bisa menikmati pendidikan diluar pulaunya itu, yang konon katanya peendidikannya lebih maju alias lebih memadai fasilitasnya. Yang mana saat itu ia berpikir kalau suatu waktu nanti ia harus sampai dipulau yang katanya namanya adalah JAWA, yang diceritakan oleh ayahnya kepadanya.
Sehingga tiba suatu saat, dimana si anak kampung itu menyelesaikan jenjang pendidikan Sekolah Menenganh Umum (SMU) di kota asalnya. Ia pun mulai berpikir kembali bagaimana jika ia bisa pergi merantau atau sekolah ke tempat yang pernah dibicarakannya dengan ayahnya saat dia masih belajar di jenjang Sekolah Dasar.

Jika disimak dari sepenggal cerita pendek diatas secara seksama, maka kita akan dapatkan suatu hal yang sangat penting yaitu; bagaimana semangat seorang anak papua, yang berada jauh dari keramaian kota, berpikir untuk bisa menikmati pendidikan yang layak dan berusaha untuk menggapai hal itu walaupun kehidupan ekonomi keluarga yang tidak terlalu mendukung cita-citanya.
“Kemarin adalah sejarah, hari ini adalah kenyataan dan besok adalah misteri, sehingga tak ada salahnya kita mencobanya hari ini untuk menentukan hari esok yang lebih baik”
By.Mr.Tigma

12 April 2009

Anda Ingin Sukses?


Anda Ingin Sukses?

Ingatkan diri anda sendiri bahwa anda ingin menjadi sesempurna mungkin secara manusiawi. Bersikaplah positif, berdirilah dimuka "Cermin" dan lihatlah diri anda sebagaimana pihak ketiga yang tidak memihak akan memandang situasinya. Apakah anda punya kelemahan yang tidak pernah anda lihat sebelumnya? Jika anda punya; maka ambilah tindakan untuk mengoreksinya. Mengkritik diri adalah konstrutif, tindakan ini membantu anda untuk mengembangkan kekuatan pribadi dan efisiensi yang diperlukan untuk sukses. Kritiklah diri sendiri secara konstruktif; jangan melarikan diri dari kekurangan, cari tahulah kelemahan dan kesalahan anda dan perbaiki. Jangan menyalahkan orang lain karena itu bersifat merusak, anda sama sekali tidak mendapatkan apapun dengan"membuktikan" bahwa orang lain itu salah dan diri anda paling benar. Berusahalah mencari-cari kesalahan diri anda, agar anda dapat mengatakan pada diri anda sendiri "inilah alasan lain mengapa saya salah".

Elbert Hubbard pernah mengatakan, "orang gagal adalah orang yang berbuat kesalahan besar, tetapi tidak dapat memanfaatkan pengalaman tersebut".

Sering kita menyalahkan nasib untuk kekalahan, kita mengatakan, "Ah, memang sudah harus demikian" dan membiarkan begitu saja. Berhentilah menyalahkan nasib dan berpikirlah. Segala sesuatu tidak bergerak kearah tertentu tanpa alasan yang pasti. Nah dari pada menyalahkan nasib, marilah kita teliti kembali sebab-sebab kekalahan itu, jika anda kalah, belajarlah dari kekalahan yang anda alami. Banyak orang menjalani kehidupan untuk menjelaskan kehidupan mereka yang biasa-biasa saja dengan "nasib sial", "nasib buruk". Jika anda salah satu dari mereka, maka anda adalah anak-anak, tidak matang mencari simpati. Tanpa disadari, anda telah gagal melihat peluang untuk tumbuh lebih besar, lebih kuat dan lebih percaya diri. Berhentilah menyalahkan nasib, karena menyalahkan nasib tidak membawa kita ke tempat yang kita tuju.

About Me Myspace Comments
MyNiceSpace.com

08 April 2009

METODE PEMBERDAYAAN DIRI


METODE PEMBERDAYAAN DIRI

Mari kita lihat bagaimana caranya

  1. Kita harus mencoba dan mencari sebab dari kesalahan yang menyebabkan kegagalan kita

  2. Setelah diketahui penyebabnya, kita harus mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya

Ada beberapa cerita yang dapat digunakan sebagai contoh disini;

Seorang dokter melakukan pengecekan dan kemunduran untuk melicinkan jalan menuju kesehatan dan hidup yang lebih lama ketika seorang pasien meninggal dunia karena suatu sebab yang kurang begitu jelas, dokter melakukan pemeriksaan mayat untuk menyingkapkan keraguan apapun. Dengan ini mereka banyak belajar tentang fungsi tubuh manusia, akhirnya nyawa orang lainpun bisa terselamatkan.

Pelatih sepak bola yang teamnya lebih banyak memenangkan pertandingan ketimbang kalah, selalu memeriksa setiap rincian permainan bersama para pemain untuk menujukan setiap kesalahan mereka. Beberapa pelatih mempunyai bebrapa liputan film yang dibuat pada setiap pertandingan, sehingga benar-benar melihat gerakan yang busuk. Tujuannya; memainkan pertandingan berikut dengan lebih baik.

Rahasia keberhasilan dan kemajuan adalah; selamatkan sesuatu dari kemunduran. Ketika kemunduran itu mendera diri kita secara pribadi, impuls kita yang petama sering kali adalah menjadi terganggu secara emosional sehingga kita gagal untuk memetik pelajaran dari kegagalan atau kemunduran kita itu sendiri.

Pada tanggal 15 Maret 1945; W. Colvin Williams berjalan dibelakang sebuah Tank di Francis, kemudian tanpa disadari tank tersebut melindas ranjau, meledak dan membutakan kedua matanya secara permanen. Akan tetapi kejadian ini tidak menghentikan tekad Williams untuk mengejar tujuannya agar menjadi pendeta dan penasehat. Ketika ia lulus dan dengan gelar penghormatan, Williams mengatakan ia menganggap kebutaannya "sebenarnya akan menjadi aset atau keuntungan dalam karier saya. Oleh sebab itu saya tidak akan pernah menilai orang berdasarkan penampilan. Kebutaan saya tidak membuat saya memutuskan diri dari seseorang karena penampilannya, saya ingin menjadi orang yang setiap orang dapat mendekati dan merasa aman untuk mengekspresikan diri".

Inilah contoh kehidupan yang luar biasa bahwa kekalahan yang terasa kejam dan getir berubah menjadi kemenangan karena kekalahan hanyalah keadaan pikiran, tidak lebih dari itu. Manusia adalah makhluk aneh, kita cepat menerima penghargaan penuh untuk kemenangan kita, ketika kita menang, kita ingin dunia mengetahui kemenangan kita. Memang wajar untuk menginginkan orang lain memandang kearah anda dan mengatakan "itu dia orang yang berhasil mengerjakan ini dan itu". Akan tetapi, sangat cepat untuk menyalahkan orang lain untuk tiap kemunduran yang terjadi. Memang benar bahwa didalam dunia yang kompleks ini orang lain ingin merugikan kita, akan tetapi lebih sering lagi kita merugikan diri kita sendiri. Kita merugikan diri kita sendiri karena kekurangan pribadi; beberapa kesalahan pribadi.


07 Maret 2009

Dari Sana Kita Mulai


Dari Sana Kita Mulai

Dalam beberapa tahun-tahun belakangan ini, masalah "apa yang harus dikerjakan" telah menghadapkan Kaum Sosial-Demokrat Rusia secara sangat mendesak. Hal itu bukanlah masalah tentang jalan apa yang harus kita pilih (sebagaimana halnya pada akhir 1880-an dan awal 1890-an), akan tetapi tentang langkah-langkah praktek mana yang harus kita ambil pada jalan yang sudah dikenal, dan bagaimana langkah-langkah itu harus diambil. Ini adalah masalah tentang suatu sistem dan perencanaan kerja-kerja praktek. Dan harus diakui bahwa kita belum memecahkan masalah megenai karakter dan metode-metode perjuangan ini, sebuah masalah mendasar bagi sebuah partai yang aktivitasnya berupa praktek; hal ini masih menimbulkan perbedaan-perbedaan pendapat yang serius, yang menampakkan ketidaktetapan serta kebimbangan ideologis yang menyedihkan.

1. Di satu sisi, aliran "Kaum Ekonomis" yang jauh dari mati, sedang berupaya untuk membatasi dan menyempitkan kerja organisasi dan agitasi politik. Di pihak lainnya, kecenderungan eklektis yang tidak berprinsip bangkit kembali, dengan mengekor setiap "trend" yang paling akhir, dan tidak mampu membedakan antara tuntutan-tuntutan sementara dengan tugas-tugas pokok serta kebutuhan-kebutuhan permanen pergerakan secara keseluruhan. Sebagaimana kita ketahui, aliran ini telah memapankan dirinya dalam Rabocheye Dyelo.

2. Pernyataan terakhir jurnal ini mengenai "program", dalam satu artikel bombastis dengan judul yang sama bombastisnya, "Sebuah Pembalikan Sejarah" ("Listok" Rabochevo Dyelo No. 6

3. Secara tegas membuktikan penaksiran kami tentang hal ini. Baru kemarin mereka bercumbu-cumbuan dengan "Ekonomisme" dan dibuat geram oleh kutukan tegas dari pihak Rabochaya Mysl,

4. Sedangkan argumentasi Plekhanov tentang perlawanan terhadap Otokrasi dimoderasikan. Tapi kini, malah kata-kata Liebknecht dikutip: "Bila dalam 24 jam situasi berubah, maka taktik harus diubah dalam 24 jam." Terdapat omongan mengenai sebuah "organisasi yang kuat daya tempurnya" untuk menyerang langsung dan menyerbu otokrasi; mengenai "agitasi politik revolusioner di tengah massa" (alangkah enerjiknya kita sekarang -revolusioner sekaligus politis!); mengenai seruan "tiada henti-hentinya mengajak protes di jalanan,"; mengenai "berbagai demonstrasi di jalanan yang terang-terangan [sic!] berkarakter politis," dan selanjutnya, dan seterusnya.

Kita boleh-boleh saja menyatakan bahwa diri kita cukup senang Rabocheye Dyelo cepat menangkap program-program yang kita ajukan dalam terbitan pertama Iskra,

5. Yakni program ajakan membentuk sebuah partai yang kuat serta terorganisir dengan baik, yang bertujuan bukan hanya memenangkan konsesi-konsesi tertutup, tetapi bertujuan untuk juga mendobrak otokrasi itu sendiri; namun, kurangnya dasar cara pandang individu-individu itu tadi hanya bisa mengurangi kebahagiaan kita tersebut.

Tentulah, Rabocheye Dyelo sia-sia saja menyebutkan nama Liebknecht. Memang, taktik-taktik agitasi yang berkaitan dengan beberapa masalah tertentu, atau pun taktik-taktik yang berkaitan dengan beberapa detail organisasi partai, dapat diubah dalam 24 jam; akan tetapi hanya orang yang menyingkirkan segala prinsip lah yang punya kesanggupan berubah dalam dua puluh empat jam, ataupun dalam dua puluh empat bulan, pandangan mereka tentang perlunya -secara umum, konstan, dan absolut- sebuah organisasi untuk perjuangan dan agitasi politik di tengah massa.

Adalah konyol untuk mengajukan dalih situasi-situasi yang berbeda dan periode yang berubah-rubah: membangun sebuah organisasi perjuangan dan memimpin agitasi politik selalu menjadi masalah pokok di bawah sembarang situasi "membosankan, penuh kedamaian", dalam segala periode, tak peduli bagaimana pun ini ditandai oleh suatu "penurunan semangat revolusioner"; lebih lanjut, adalah tepatnya di dalam periode-periode yang begini dan di bawah situasi-situasi beginilah kerja-kerja yang demikian tadi itu amat sangat dibutuhkan, karena akan terlambat untuk membentuk organisasi di masa-masa terjadinya ledakan dan riuh-rendah pergolakan; partai harus berada dalam kondisi kesiagaan untuk beraksi sewaktu-waktu. "Ubah taktik-taktik dalam 24 jam!" Tapi untuk mengubah taktik-taktik, pertama-tama haruslah memiliki taktik-taktik itu; tanpa organisasi kuat yang teruji dalam perjuangan politik di segala situasi dan waktu, mustahillah sebuah rencana aksi yang sistimatis –– dituntun oleh prinsip-prinsip yang kuat dan dilaksanakan dengan teguh –– yang patut diberikan nama taktik. Mari kita tinjau permasalahannya; saat ini kita sedang dibilangi bahwa "konyunktur historis" menghadapkan partai kita kepada suatu permasalahan yang "sama sekali baru" –– yakni tentang masalah teror. Kemarin permasalahan yang "sama sekali baru" adalah tentang organisasi dan agitasi politik; sekarang, tentang teror. Tidakkah aneh mendengar orang-orang, yang telah begitu melupakan prinsip-prinsip mereka, membicarakan tentang suatu perubahan radikal dalam soal taktik?

Untunglah, Rabocheye Dyelo tidak benar. Persoalan tentang teror samasekali bukan masalah baru; cukuplah memaparkan kembali pandangan mapan kaum Sosial-Demokrat Rusia dalam menanggapi persoalan tersebut.

03 Maret 2009

METODE PEMBERDAYAAN DIRI

METODE PEMBERDAYAAN DIRI


Mari kita lihat bagaimana caranya

  1. Kita harus mencoba dan mencari sebab dari kesalahan yang menyebabkan kegagalan kita

  2. Setelah diketahui penyebabnya, kita harus mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya

Ada beberapa cerita yang dapat digunakan sebagai contoh disini;

Seorang dokter melakukan pengecekan dan kemunduran untuk melicinkan jalan menuju kesehatan dan hidup yang lebih lama ketika seorang pasien meninggal dunia karena suatu sebab yang kurang begitu jelas, dokter melakukan pemeriksaan mayat untuk menyingkapkan keraguan apapun. Dengan ini mereka banyak belajar tentang fungsi tubuh manusia, akhirnya nyawa orang lainpun bisa terselamatkan.

Pelatih sepak bola yang teamnya lebih banyak memenangkan pertandingan ketimbang kalah, selalu memeriksa setiap rincian permainan bersama para pemain untuk menujukan setiap kesalahan mereka. Beberapa pelatih mempunyai bebrapa liputan film yang dibuat pada setiap pertandingan, sehingga benar-benar melihat gerakan yang busuk. Tujuannya; memainkan pertandingan berikut dengan lebih baik.

Rahasia keberhasilan dan kemajuan adalah; selamatkan sesuatu dari kemunduran. Ketika kemunduran itu mendera diri kita secara pribadi, impuls kita yang petama sering kali adalah menjadi terganggu secara emosional sehingga kita gagal untuk memetik pelajaran dari kegagalan atau kemunduran kita itu sendiri.

Pada tanggal 15 Maret 1945; W. Colvin Williams berjalan dibelakang sebuah Tank di Francis, kemudian tanpa disadari tank tersebut melindas ranjau, meledak dan membutakan kedua matanya secara permanen. Akan tetapi kejadian ini tidak menghentikan tekad Williams untuk mengejar tujuannya agar menjadi pendeta dan penasehat. Ketika ia lulus dan dengan gelar penghormatan, Williams mengatakan ia menganggap kebutaannya "sebenarnya akan menjadi aset atau keuntungan dalam karier saya. Oleh sebab itu saya tidak akan pernah menilai orang berdasarkan penampilan. Kebutaan saya tidak membuat saya memutuskan diri dari seseorang karena penampilannya, saya ingin menjadi orang yang setiap orang dapat mendekati dan merasa aman untuk mengekspresikan diri".

Inilah contoh kehidupan yang luar biasa bahwa kekalahan yang terasa kejam dan getir berubah menjadi kemenangan karena kekalahan hanyalah keadaan pikiran, tidak lebih dari itu. Manusia adalah makhluk aneh, kita cepat menerima penghargaan penuh untuk kemenangan kita, ketika kita menang, kita ingin dunia mengetahui kemenangan kita. Memang wajar untuk menginginkan orang lain memandang kearah anda dan mengatakan "itu dia orang yang berhasil mengerjakan ini dan itu". Akan tetapi, sangat cepat untuk menyalahkan orang lain untuk tiap kemunduran yang terjadi. Memang benar bahwa didalam dunia yang kompleks ini orang lain ingin merugikan kita, akan tetapi lebih sering lagi kita merugikan diri kita sendiri. Kita merugikan diri kita sendiri karena kekurangan pribadi; beberapa kesalahan pribadi.

Anda Ingin Sukses?

Ingatkan diri anda sendiri bahwa anda ingin menjadi sesempurna mungkin secara manusiawi. Bersikaplah positif, berdirilah dimuka "Cermin" dan lihatlah diri anda sebagaimana pihak ketiga yang tidak memihak akan memandang situasinya. Apakah anda punya kelemahan yang tidak pernah anda lihat sebelumnya? Jika anda punya; maka ambilah tindakan untuk mengoreksinya. Mengkritik diri adalah konstrutif, tindakan ini membantu anda untuk mengembangkan kekuatan pribadi dan efisiensi yang diperlukan untuk sukses. Kritiklah diri sendiri secara konstruktif; jangan melarikan diri dari kekurangan, cari tahulah kelemahan dan kesalahan anda dan perbaiki. Jangan menyalahkan orang lain karena itu bersifat merusak, anda sama sekali tidak mendapatkan apapun dengan"membuktikan" bahwa orang lain itu salah dan diri anda paling benar. Berusahalah mencari-cari kesalahan diri anda, agar anda dapat mengatakan pada diri anda sendiri "inilah alasan lain mengapa saya salah".

Elbert Hubbard pernah mengatakan, "orang gagal adalah orang yang berbuat kesalahan besar, tetapi tidak dapat memanfaatkan pengalaman tersebut".

Sering kita menyalahkan nasib untuk kekalahan, kita mengatakan, "Ah, memang sudah harus demikian" dan membiarkan begitu saja. Berhentilah menyalahkan nasib dan berpikirlah. Segala sesuatu tidak bergerak kearah tertentu tanpa alasan yang pasti. Nah dari pada menyalahkan nasib, marilah kita teliti kembali sebab-sebab kekalahan itu, jika anda kalah, belajarlah dari kekalahan yang anda alami. Banyak orang menjalani kehidupan untuk menjelaskan kehidupan mereka yang biasa-biasa saja dengan "nasib sial", "nasib buruk". Jika anda salah satu dari mereka, maka anda adalah anak-anak, tidak matang mencari simpati. Tanpa disadari, anda telah gagal melihat peluang untuk tumbuh lebih besar, lebih kuat dan lebih percaya diri. Berhentilah menyalahkan nasib, karena menyalahkan nasib tidak membawa kita ke tempat yang kita tuju.

Ketekunan dan Eksperimen

Jika anda ingin berhasil dan sukses, maka; bertekun dan bereksperimenlah agar anda akan tahu sampai dimana kegagalan dan keberhasilan yang anda alami. Tetapi ketekunan bukanlah menjadi jaminan. Thomas Alfa Edison, bertekun dan menjalankan tujuannya untuk menyalakan bola lampu, tetapi disamping itu dia juga menggabungkan ketekunan dengan eksperimen sehingga ia dapat berhasil. Banyak orang ambisius menjalani hidup dengan ketekunan luar biasa dan memperlihatkan ambisi, tetapi mereka gagal untuk berhasil karena mereka tidak mau bereksperimen. Dengan pedekatan, baru orang yang memiliki ketekunan luar biasa, yang dapat menangkap dan tidak mau melepaskannya, mempunyai kualitas sukses yang esensial.

Berikut adalah dua saran untuk mengembangkan kekuatan yang lebih besar untuk bereksperimen;

  1. Katakan kepada diri anda sendri, "pasti ada jalan".karena semua pikiran bersifat magnetis, karena manusia hidup hanya sebatas pikiran

  2. Ambil nafas dan mulailah sekali lagi (bangkit dan lakukan apa yang telah membuatmu jatuh dan gagal) dengan cara baru lewat eksperimen yang anda lakukan sebelumnya tentang hal tadi.